DEPOk : Nuansapublik.Com
Menyambut Tamu Agung Bernama Ramadhan
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, bulan yang dinantikan oleh orang-orang beriman. Bulan yang di dalamnya terdapat ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ»
“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan dan tidur, tetapi perubahan cara hidup dan cara mendekat kepada Allah.
Allah berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Makna Tarhib Ramadhan
Tarhib Ramadhan berarti menyambut Ramadhan dengan persiapan dan kesadaran, bukan sekadar menunggu datangnya.
Para ulama dan orang-orang shalih dahulu berdoa berbulan-bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengannya, dan berdoa berbulan-bulan setelahnya agar amal Ramadhan mereka diterima.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya Allah menjadikan Ramadhan sebagai arena perlombaan bagi hamba-hamba-Nya dalam ketaatan.”
Maka pertanyaannya bukan hanya:
“Kapan Ramadhan datang?” tetapi:
“Apakah hati kita siap menyambut Ramadhan?”
Apa saja persiapan yang harus kita jelang datangnya bulan Ramadhan 1447 H yang tinggal beberapa hari ini :
1. Persiapan Ruhiyah (Iman & Hati)
Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa, maka yang pertama disiapkan adalah hati.
Allah berfirman:
﴿قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا﴾
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams: 9)
a. Meluruskan niat
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ»
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
b. Memperbanyak taubat dan istighfar
Allah berfirman:
﴿وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ﴾
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman.”
(QS. An-Nur: 31)
c. Memaafkan sesama
Allah memuji orang yang mampu memaafkan:
﴿وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ﴾
“Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia.”
(QS. Ali ‘Imran: 134)
Ramadhan datang kepada semua orang, tetapi keberkahannya hanya dirasakan oleh mereka yang hatinya siap.
2. Persiapan Fisik (Jasad & Kesehatan)
Ibadah Ramadhan memerlukan fisik yang kuat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ»
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
(HR. Muslim)
Maka:
Jaga pola makan dan tidur
Biasakan puasa sunnah
Jaga kesehatan
Ingat, fisik yang sehat adalah sarana ibadah yang maksimal, bukan tujuan akhir.
3. Persiapan Fikri & Tsaqofi (Ilmu & Kesadaran)
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an dan ilmu.
Allah berfirman:
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ﴾
(QS. Al-Baqarah: 185)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah pahamkan ia dalam agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ibadah tanpa ilmu bisa melelahkan,
tetapi ibadah dengan ilmu akan menenangkan dan menguatkan iman.
4. Persiapan Mali (Harta & Kepedulian Sosial)
Ramadhan adalah bulan kepedulian sosial.
Allah berfirman:
﴿مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا﴾
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik?”
(QS. Al-Baqarah: 245)
Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
Harta yang dikeluarkan di bulan Ramadhan bukanlah pengurangan, tetapi investasi akhirat.
Penutup dan Doa
Mari kita sambut Ramadhan dengan doa yang diajarkan para ulama dan orang-orang shalih:
«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ»
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan Iman yang hidup, Hati yang bersih, Amal yang diterima.
Dan akhir Ramadhan yang berbuah ketakwaan
Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kekurangan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….HBS..








