DEPOK : Nuansapublik.Com
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Muhammad Syofwan Al Banjari atau yang akrab disapa Ustadz Jaka Gledek, mengajak umat Muslim menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menyatukan langkah dalam kebaikan serta menyebarkan pesan keberkahan kepada sesama.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa Ramadhan harus disambut dengan hati yang bersih, penuh sukacita, dan semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri sebagai wujud nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Puasa adalah ibadah yang secara hakikat menunjukkan ketaatan seorang hamba. Karena puasa itu untuk Allah, dan Allah sendiri yang akan memberikan ganjarannya,” ujarnya, seraya mengutip hadis qudsi dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yang menyatakan bahwa puasa adalah amalan istimewa yang balasannya diberikan langsung oleh Allah SWT.
Ia menjelaskan, esensi puasa juga mencakup pengendalian amarah dan hawa nafsu, serta menjauhi segala hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Semua itu, tegasnya, harus dilandasi niat yang tulus demi meraih Ridho Allah SWT.
Lebih lanjut, Ustadz Jaka Gledek mengingatkan tentang pembagian fase Ramadan, yakni sepuluh hari pertama penuh rahmat, sepuluh hari kedua penuh ampunan, dan sepuluh hari terakhir sebagai momentum pembebasan dari api neraka.
“Ramadhan adalah bulan penyucian hati dan penghapus dosa, serta Littarbiyah (pendidikan), Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, serta kembali kepada fitrah,” tuturnya.
Ia berharap, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya sehingga menjadi pribadi yang lebih suci, bertakwa, serta mampu membawa keberkahan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. ( Tony )








