DKR Lantik 100 Relawan Kesehatan, Mengisi Ketidak Hadiran Negara Menolong Rakyat Tak Mampu

DEPOK-Nuansapublik.Com.

Relawan dan kader Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) mengisi kekosongan kehadiran pemerintah dan negara di tengah masyarakat yang tidak mampu dan tidak mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang maksimal. Hal ini disampaikan Roy Pangharapan, Ketua DKR Kota Depok kepada pers, Senin (6/2).

“Tangan pemerintah tak mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Relawan DKR mengisi kekosongan itu,” ujarnya menjawab tentang peran relawan dan kader DKR.

Sebelumnya, diadakan Latihan Dasar Kepemimpinan, DKR melantik 100 pengurusan DKR di tingkat kelurahan seluruh Kota Depok. Pelantikan serentak ini, merupakan hasil dari Konferensi Kelurahan beberapa waktu yang lalu.

“Setelah itu, para pengurus kelurahan siaga langsung kita bekali materi tentang kepemimpinan,” imbuh Roy Pangharapan dalam Acara Latihan Dasar Kepempimpinan (LDK) Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Minggu (5/2/2023).

Dalam sambutannya Roy Pangharapan mengatakan bahwa kehadiran relawan DKR di tengah masyarakat yang kesulitan mengakses pelayanan, baik pendidikan, Kesehatan adalah mengisi kekosongan kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Seharusnya negara hadir menolong rakyatnya yang tidak mampu. Namun kekosongan itu kami yang isi, sebagai pelaksanaan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo, menyerukan bahwa Ideologi Pancasila adalah ideologi yang memegang teguh prinsip kemanusiaan dan keadilan dalam sektor kesehatan bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses kesehatan,

Acara pelatihan ini diadakan secara luring yang dihadiri oleh Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo dan drg. Ihyani dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

Dalam pembukaan pelatihan, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memberikan pembelajaran yang dapat diambil dalam pelayanan kesehatan.

“Sangat jelas bahwa tenaga kesehatan di Indonesia telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan karena itu, kita mampu keluar dari krisis COVID-19 karena kuatnya budaya gotong royong dan rasa bertanggung jawab antar sesama,” tuturnya.

Saat sesi paparan, Romo Benny, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ideologi tidak hanya sekedar pengetahuan melainkan landasan fundamental bagi suatu bangsa. Ideologi itu difungsikan sebagai sumber wawasan dan makna bagi rakyat serta pembimbing bagi rakyatnya untuk mencapai tujuan.

“Pancasila menjadi ruh hidup kita berbangsa, sehingga kita bisa hidup rukun tentram, sehat dan damai” katanya.

“Para anggota Dewan Kesehatan Rakyat inilah orang-orang yang menjalankan nilai-nilai Pancasila karena memperhatikan, menuntun serta memberikan edukasi kesehatan bagi rakyat yang lemah. Ini adalah salah satu kontribusi yang mulia bagi bangsa,” tutur Benny sembari disambut tepuk tangan yang meriah oleh para anggota-anggota DKR.

Bennypun mengungkapkan bahwa dikehidupan bermasyarakat, harus mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi, serta juga harus senantiasa mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan.

“Jangan karena ada masyarakat yang tidak punya uang atau biaya, mereka tidak mendapatkan jaminan kesehatan, itu sangat melanggar prinsip Sila ke-2 dalam Pancasila, yaitu kemanusiaan yg adil dan beradab.” tutur Benny.

Dalam sesi paparannya, Benny juga mengatakan bahwa bidang kesehatan masyarakat juga menjadi peran penting demi terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Masyarakat perlu mengupayakan untuk mendidik kemandirian dari dalam untuk bisa mengedepankan obat-obatan lokal di Indonesia.

Benny pun menutup sesi paparannya dengan seruan, “Dalam sila ke-5, kehidupan harus senantiasa adil kepada tiap manusia dan tidak membedakan baik dari segi suku, ras, agama, dan sebagainya. Kemudian kita harus menyeimbangkan antara hak dan kewajiban orang lain. Apalagi di dalam kesehatan masyarakat membantu sesama itu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan Indonesia,” tutup Benny. (TY/Roy)

Mungkin Anda Menyukai