Citayam, Depok : Nuansapublik.Com.
— Sosok Budiman (48), seorang pengamen jalanan di wilayah Citayam, Depok, menjadi potret nyata perjuangan hidup masyarakat kecil. Sejak berangkat pukul 10.00 pagi hingga 18.30 malam, Budiman hanya memperoleh penghasilan sebesar Rp50.000.
Budiman menuturkan bahwa ia harus bekerja keras demi menghidupi anaknya yang saat ini berada di Pati, Jawa Tengah, dan dititipkan kepada kakak iparnya. Kondisi ekonomi yang terbatas tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berusaha secara halal pada Jumat sore 12/12/2025.
Yang membuat Ketua JARETA sekaligus perwakilan Bagjasugema 41 Ormas merasa terharu dan bersimpati, di tengah kelelahan Budiman tetap berupaya menjalankan perintah Allah SWT dengan menunaikan salat Magrib, meskipun dilakukan agak terlambat.
Dalam ceritanya, Budiman mengungkapkan bahwa sebelumnya ia bekerja sebagai sopir di PT Sanken. Namun, setelah perusahaan tersebut tutup, ia akhirnya memutuskan untuk mengamen demi menyambung hidup.
Tidak hanya itu, Budiman juga menyampaikan kesiapannya untuk bekerja apa saja selama halal. Ia bahkan menawarkan diri apabila ada pihak yang membutuhkan tenaga, termasuk pekerjaan kasar seperti tukang rumput atau pekerjaan lainnya.
Kisah Budiman ini menjadi pengingat akan keteguhan, keikhlasan, dan ketabahan dalam menghadapi ujian hidup, sekaligus menggugah empati dan kepedulian sosial dari berbagai pihak…








