Ketua JARETA Subagjasugema Ajak Masyarakat Sambut Ramadan 1447 H dengan Hati Bersih dan Penuh Keikhlasan.

Depok: Nuansapublik.Com.

– Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua JARETA (Jaringan Rakyat Jelata), Subagjasugema menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat pada Rabu (18/02/2026).

Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk menyambut bulan penuh keberkahan dengan hati yang bersih, penuh sukacita, serta semangat dalam meningkatkan kualitas ibadah.

Menurut Subagja, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum pembelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Puasa, kata dia, memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT karena menjadi cerminan ketaatan sejati seorang hamba kepada Sang Khalik.

“Puasa adalah ibadah yang secara hakikat menunjukkan ketaatan seorang hamba. Karena puasa itu untuk Allah, dan Allah sendiri yang akan memberikan ganjarannya,” ujarnya.

Ia pun mengutip hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:

“Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan balasannya.

Kebaikan dibalas sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Lebih lanjut, Subagja menjelaskan bahwa esensi puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah, mengendalikan hawa nafsu, serta menjauhi segala hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Semua itu, tegasnya, harus dilandasi niat tulus semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Ia juga mengingatkan tentang pembagian fase Ramadan, yakni sepuluh hari pertama penuh rahmat, sepuluh hari kedua penuh ampunan (maghfirah), dan sepuluh hari terakhir sebagai momentum pembebasan dari api neraka.

“Ramadan adalah bulan penyucian hati dan penghapus dosa. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, serta kembali kepada fitrah,” tuturnya.

Subagja berharap, melalui Ramadan tahun ini, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih suci, bertakwa, serta membawa keberkahan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar… ( Tony)