Depok, Nuansapublik.com
– Ketua Partai Buruh Kota Depok, Wido Pratikno, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-51 Wali Kota Depok, Supian Suri, yang digelar meriah pada Jumat sore (27/02/2026).
Acara tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan dihadiri kurang lebih 4.000 orang
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, Wali Kota Cianjur, Wali Kota Subang, Kapolres Depok, Dandim 0508 Depok, unsur Forkopimda, anggota DPRD Depok, para ketua koalisi partai, tim sukses SS–Chandra, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat,TNI polri, PNS, pekerja swasta Peserta penerima upah.
Acara berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan kesenian dan interaksi hangat Gubernur Jabar dengan warga. Kegiatan ditutup dengan doa oleh Kyai H. Abu Bakar Maadris.
Dalam kesempatan tersebut, Wido Pratikno yang merupakan bagian dari tim koalisi Partai Buruh menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Wali Kota Depok.
“Selamat ulang tahun yang ke-51 untuk Bapak Drs. H. Supian Suri. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kota Depok,” ujarnya.
Apresiasi Program Pembangunan
Wido menilai, sejumlah program pembangunan yang dicanangkan mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya adalah pembebasan lahan untuk mengurai kemacetan di wilayah Sawangan serta rencana pembangunan flyover guna mengurangi kepadatan di kawasan Margonda.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa visi dan misi kepemimpinan Supian Suri mulai terealisasi. Selain infrastruktur, ia juga menyoroti program pembukaan ruang-ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
“Jika UMKM terus bergerak, maka ekonomi akan tumbuh. Ruang-ruang publik yang terbuka bagi masyarakat akan mendorong perputaran ekonomi,” katanya.
Wido juga mengapresiasi program sekolah gratis untuk tingkat SD dan SMP, serta bantuan Rp300 juta per RW. Namun, ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran tersebut.
“Dana itu berasal dari APBD, uang negara dan uang rakyat. Maka harus diawasi dengan baik agar tepat sasaran,” tegasnya.
Soroti Kepatuhan Iuran BPJS
Selain pembangunan daerah, Wido juga menyinggung pentingnya kesadaran masyarakat terkait kepesertaan BPJS Kesehatan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 tentang BPJS.
Ia menjelaskan, peserta BPJS terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:
Peserta Penerima Upah (pekerja PNS, Polri, pekerja swasta).
Peserta Mandiri (masyarakat mampu).
Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi masyarakat tidak mampu.
Wido mengajak masyarakat yang tergolong mampu untuk tidak bergantung pada fasilitas bantuan iuran.
“Yang mampu seharusnya membayar iuran secara mandiri. Jangan sampai secara ekonomi mampu, tetapi memilih dikategorikan tidak mampu. Itu tidak baik dan tidak sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sesuai regulasi, masyarakat yang mampu wajib membayar iuran sendiri, sementara yang tidak mampu dijamin negara.
Harapan Lima Tahun ke Depan
Menutup pernyataannya, Wido berharap dalam lima tahun ke depan pembangunan Kota Depok semakin terlihat nyata dan berkelanjutan.
“Saya melihat pembangunan sudah mulai kelihatan. Ke depan, semoga visi dan misi tetap konsisten dijalankan demi kemajuan Kota Depok,” pungkasnya…( Tony Yusep)








