Cipularang : Nuansapublik.Com.
– Ketua Jaringan Rakyat Jelata (Jareta), Subagja, turun langsung menyerap aspirasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan rest area Tol Cipularang, Jawa Barat, Jumat (24/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Subagja berdialog santai sambil menikmati kopi bersama salah satu pelaku UMKM, Teh Nia. Di tengah obrolan, Teh Nia mengungkapkan keluhan terkait tingginya beban pajak yang dinilai memberatkan dan berdampak langsung pada penurunan daya saing harga dagangannya…
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil kesulitan menjual produk karena harga menjadi kurang kompetitif di pasaran.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menertibkan sistem pajak, khususnya yang dinilai belum terkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah setempat.
Menanggapi hal tersebut, Subagja menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk mendengar langsung suara rakyat kecil dan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada para pemangku kebijakan.
“Kami dari Jaringan Rakyat Jelata mengusulkan kepada para pemangku kepentingan agar jeritan pelaku UMKM ini dapat ditinjau ulang. Harapannya, kebijakan yang ada bisa lebih berpihak sehingga mereka dapat bertahan dan terus berkembang,” ujar Subagja.
Ia menambahkan, UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah. Oleh karena itu, diperlukan perhatian serius, terutama dalam hal regulasi dan kebijakan yang menyangkut keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
Subagja berharap, ke depan pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret agar pelaku UMKM tidak terus terbebani, melainkan mampu tumbuh sebagai penggerak ekonomi yang kuat dan mandiri…( Ton)







