Keterangan photo: Hj. Yeti Wulandari Wakil Ketua DPRD Depok Fraksi Partai’ Gerindra…( Doc…photo Tony yusep )
DEPOK : Nuansapublik.Com.
– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Kamis (23/04/2026) di ruang sidang paripurna DPRD Kota Depok, Jalan Boulevard Raya, Grand Depok City.
Rapat paripurna ini dihadiri unsur pimpinan daerah, mulai dari perwakilan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, hingga perwakilan masyarakat.
Meski sempat diwarnai interupsi dari sejumlah anggota dewan, jalannya sidang tetap berlangsung kondusif.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, dan diisi dengan pemaparan capaian serta sejarah singkat Kota Depok.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Yeti Wulandari, usai sidang paripurna menyampaikan pada awak media Nuansapublik.Com. apresiasi atas berbagai kemajuan yang telah diraih Kota Depok. Namun demikian, ia menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama persoalan kemacetan dan banjir.
Menurut Yeti, dengan luas wilayah sekitar 200 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai lebih dari 2,2 juta jiwa, kemacetan menjadi konsekuensi yang harus ditangani dengan solusi konkret dan terukur. Selain itu, kondisi geografis Depok yang memiliki banyak wilayah resapan dan dataran rendah membuat banjir menjadi ancaman yang terus berulang saat curah hujan tinggi.
“Permasalahan banjir ini berkaitan dengan kondisi topografi wilayah. Ketika curah hujan meningkat, wilayah-wilayah rendah pasti terdampak,” ujar Yeti.
Ia juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di TPA Cipayung yang masih menggunakan sistem open dumping dan telah mendapat peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Meski demikian, Yeti mengapresiasi langkah pemerintah yang tengah mengarah pada pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Di sektor kesehatan, Yeti menekankan pentingnya sistem layanan yang lebih akurat dan tepat sasaran agar masyarakat dapat mengakses pengobatan tanpa kendala. Ia menyoroti perlunya optimalisasi data sosial ekonomi (desil) agar program kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian serius. Yeti mengungkapkan bahwa ketersediaan sekolah negeri, khususnya SMA dan SMP, masih belum merata di seluruh kecamatan di Kota Depok.
“Masih banyak kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri, bahkan beberapa SMP Negeri masih menumpang. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Yeti juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci menghadapi bonus demografi. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 2,3 juta jiwa, ia menilai Depok harus mampu menjadikan potensi tersebut sebagai kekuatan, bukan beban.
Di sisi lain, ia turut menyoroti isu sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi. Menurutnya, peran aktif masyarakat, khususnya kader PKK dan relawan di tingkat akar rumput, sangat penting dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan pendampingan.
“Perlindungan terhadap anak dan perempuan harus menjadi prioritas bersama. Edukasi di masyarakat perlu terus diperkuat,” pungkasnya.
Momentum HUT ke-27 ini diharapkan menjadi refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kota Depok…( Tony)








