Kader PKK. Kelurahan Depok Pandu Acara Ngobras Sawali

DEPOK. Nuansa Publik. COM. Ada yang menarik di acara Ngobrolin Air, Sanitasi dan Hygiene Bersama Wali Kota Depok (Ngobrash Sawali) yang berlangsung secara virtual di Depok Operation Room (DeCOR), pada Jumat (17/07/2020).

Dalam kegiatan Ngobrash Sawali yang dikemas dalam video conference menghadirkan Wali Kota Depok Mohammad Idris, IUWASH PLUS Chief of Party, William James Parente, Kadisrumkin, Dinkes Kota Depok, Direktur PDAM Kota Depok, Bank BJB, Bank Mandiri dan Perusahaan Swasta.

Yang menariknya, Pembawa Acara (MC) dipercayakan oleh satu Kader Tim Monev (Monitoring Evaluasi) Kota Depok, Lili Shalihat yang dikenal ngablak apa adanya dengan logat khas Depok.

 

“Lah sempet gerogi juga awalnya. Karena harus mengikuti aturan protokol dalam membawakan acara Ngobrash Sawali. Meski gak langsung bertatap muka dengan Pak Wali Kota dan pejabat lainnya, tapi kan ditonton se-Depok,” kata Lili Shalihat, Jumat (17/07/2020).

Lili Shalihat yang memang salah satu Kader PKK di Kelurahan Depok dan tergabung dalam Tim Monev Kota Depok mengatakan, dirinya merasa lega karena diperbolehkan oleh pihak Diskominfo Kota Depok dalam membawakan acara (MC) dengan gaya khas dirinya.

“Alhamdulillah diberi kebebasan oleh Diskominfo dalam mengekpresikan gaya dan olah vocal ngebawain acara. Kan saya mah orangnya memang begini apa adanya kalo jadi MC,” ucapnya.

Sedangkan Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta United States Agency for International Development (USAID) untuk memperpanjang program Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) hingga 2026. Hal ini perlu dilakukan guna memfasilitasi masyarakat yang belum terlayani sanitasi air bersih dan perilaku higiene.

“Kami minta program IUWASH PLUS diperpanjang minimal dari tahun 2021-2026. Karena masih banyak warga yang belum terfasilitasi terkait sanitasi air bersih,” ujarnya

Dikatakan Mohammad Idris, selama kurun waktu 2017-2020, terdapat empat kelurahan yang mendapat program IUWASH PLUS ini. Diantaranya Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kemiri Muka, Depok dan Abadi Jaya dengan total 37 RT dan 14 RW.

“Di Kota Depok terdapat 5.223 RT dan 908 RW, namun hanya 0,007 persen yang sudah dimonitoring teman-teman tim monev. Sisanya masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita semua. Untuk itu perlu kiranya, program ini terus berlanjut,” pungkasnya. (T.Y. )

Mungkin Anda Menyukai