Musrenbang Virtual Sukmajaya 2026 Digelar, Hj. Endah Winarti Fokus pada Pengelolaan Sampah dan Alokasi Anggaran Wisata Religi

KOTA DEPOK, Nuansapublik.Com.

– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, diselenggarakan secara virtual di Aula Kecamatan Sukmajaya pada hari Jumat (30/01/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Partai Demokrat Hj. Endah Winarti, Kepala Kecamatan Sukmajaya Christine Desima Arthauli, perwakilan Baperinda, Dinas PUPR, para lurah se-Kecamatan Sukmajaya, aparatur sipil negara (ASN), Kota Depok, para Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta unsur perangkat pemerintahan terkait lainnya.

Sambutan mewakili Walikota Depok disampaikan oleh Kepala Baperinda, Dadang Wihana sekali Gus membuka acara.
Dalam forum tersebut, berbagai prioritas pembangunan menjadi perbincangan utama, dengan fokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan penguatan kegiatan keagamaan melalui anggaran wilayah.

Dalam wawancara dengan awak media, Hj. Endah Winarti menekankan bahwa persoalan sampah merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Depok. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), kelurahan hingga kecamatan untuk terlibat aktif dalam memilah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

“Program pengelolaan sampah akan diperkuat pada tahun 2026 dengan skema anggaran berbasis RW sebesar Rp300 juta. Tujuan utama program ini adalah mendorong tanggung jawab bersama masyarakat melalui gerakan pemilahan sampah dari awal,” ujarnya.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan warga hingga tingkat RW, diharapkan program ini dapat berjalan optimal dan menjadikan Depok memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambahnya.

Hj. Endah Winarti juga menyampaikan terkait penanganan bencana longsor di wilayah Cipayung yang telah mulai ditangani oleh instansi terkait. Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan aktif menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Selain isu lingkungan, Musrenbang juga membahas alokasi anggaran untuk kegiatan keagamaan atau wisata religi. Dari total anggaran RW sebesar Rp300 juta, dialokasikan dana sebesar Rp25 juta khusus untuk kegiatan religi lintas agama dan keragaman. Anggaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan para Ketua RW untuk mendukung kegiatan keagamaan masyarakat secara inklusif serta memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.

Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kecamatan Sukmajaya berharap seluruh usulan pembangunan yang diajukan dapat selaras dengan prioritas pembangunan kota Depok, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan harmonis…( TN)

Editor: Tony Yusep