Depok Nuansapublik.Com.
– Supian Suri meresmikan tiga Posyandu di wilayah Kecamatan Cilodong, Jumat (13/02/2026). Peresmian dipusatkan di RW 10 Kelurahan Sukamaju, sekaligus meresmikan Posyandu Kemuning 1 RW 10 dan Posyandu Widuri RW 11 Kelurahan Sukamaju, serta Posyandu Kartini 2 RW 01 Kelurahan Kalimulya.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Depok. Turut hadir Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok Adnan Mahyudin, Camat Cilodong Zainal Arifin, para lurah se-Kecamatan Cilodong, Ketua LMP, TP-PKK, para Ketua RW, serta UPT Puskesmas setempat.
Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pembangunan posyandu dapat terealisasi. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Depok terus berupaya agar setiap posyandu memiliki lahan dan bangunan sendiri.
“Selama ini ada posyandu yang menempati lahan milik pribadi dan berisiko sewaktu-waktu harus pindah. Karena itu, sejak beberapa tahun terakhir Pemkot Depok berinisiatif memfasilitasi lahan dan pembangunan gedung agar pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lebih terjamin,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan posyandu dengan bangunan representatif sangat penting untuk memastikan kesehatan anak terdeteksi sejak dini dan terkontrol secara berkala. Ia juga menekankan pentingnya dukungan tenaga kesehatan dari puskesmas serta kader-kader posyandu dalam memberikan pelayanan optimal.
Selain meresmikan posyandu, Wali Kota juga menyoroti peningkatan layanan puskesmas. Ia mengungkapkan hasil diskusi dengan para kepala puskesmas terkait penambahan jam pendaftaran pelayanan.
“Selama ini pendaftaran online dibuka hingga pukul 11.00. Ke depan, kita upayakan diperpanjang hingga pukul 13.00, sehingga pelayanan bisa berlangsung sampai pukul 15.00. Ini bagian dari komitmen kita agar masyarakat lebih terfasilitasi dalam mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.
Supian Suri juga menyampaikan bahwa penguatan layanan posyandu merupakan bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari pemerintah pusat. Namun, ia menegaskan program tersebut harus dijalankan secara bertahap dan sesuai kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia.
“Saya tidak ingin program hanya sekadar berjalan. Yang sudah siap kita mulai, yang belum siap kita proses sampai benar-benar mampu melayani secara optimal,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga para kader Posyandu dan TP-PKK. Ia mendorong para ibu untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk deteksi dini.
“Kita ingin intervensi kesehatan dilakukan lebih awal agar tidak terlambat. Masih banyak anak dan cucu kita yang ingin orang tuanya sehat dan panjang umur, menyaksikan keberhasilan mereka,” tutupnya.
Dengan diresmikannya tiga posyandu ini, Pemerintah Kota Depok berharap layanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, semakin optimal serta mampu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas…( Tony)








