Depok : Nuansapublik. Com.
– Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, kembali menggelar tradisi tahunan Lebaran Kukusan yang berlangsung meriah di Lapangan Mini Kukusan pada Minggu (12/04/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi warga sekaligus upaya melestarikan budaya Betawi yang mulai jarang ditemui.
Acara diawali dengan pawai budaya yang diikuti perwakilan warga dari RW 01 hingga RW 08. Iring-iringan pawai dimulai dari tiga titik berbeda dan berakhir di Lapangan Mini Kukusan. Warga tampil mengenakan pakaian adat serta membawa rantang berisi aneka hidangan khas Lebaran.

Wali Kota Depok, Supian Suri, Anggota DPRI. Nuroji, dan sejumlah tokoh, turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadirannya menambah semangat masyarakat dalam menjaga tradisi lokal.
Lurah Kukusan Kholifah, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali budaya “rantangan”, yaitu tradisi membawa makanan menggunakan rantang saat bersilaturahmi di hari raya. Ia menilai, tradisi tersebut kini mulai ditinggalkan dan perlu diperkenalkan kembali kepada generasi muda.
“Melalui Lebaran Kukusan ini, kami ingin mengingatkan kembali budaya lama yang sarat nilai kebersamaan, sekaligus menjadi momen halal bihalal bagi seluruh warga,” ujarnya.
Ketua panitia, Rian Indra Permana, menjelaskan bahwa Lebaran Kukusan tahun ini merupakan pelaksanaan keempat, dengan berbagai rangkaian acara seperti pertunjukan seni budaya, penampilan dari masing-masing RW, serta hiburan untuk masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat kekompakan warga. Kami juga ingin generasi muda ikut melestarikan tradisi yang diwariskan orang tua,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPM Kukusan, Shafruddin, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya RT dan RW, yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap Lebaran Kukusan dapat terus menjadi agenda rutin tahunan.
“Ini adalah bentuk kolaborasi masyarakat untuk menjaga budaya Betawi. Harapannya, siapapun pemimpinnya nanti, tradisi ini tetap dipertahankan karena mampu mempererat kebersamaan warga,” ujarnya.
Lebaran Kukusan identik dengan sajian khas Betawi seperti semur daging, ketupat, tumis kacang, dan tempe. Setiap RW membawa variasi hidangan, namun tetap mempertahankan ciri khas kuliner tradisional.
Meski persiapan dilakukan secara swadaya, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Depok serta sejumlah sponsor.
Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Lebaran Kukusan diharapkan terus berkembang dan menjadi identitas khas warga Kukusan di tengah modernisasi zaman.








