DEPOK : Nuansapublik. COM
– Gerakan Rakyat Semesta (GRS) menggelar aksi penyampaian aspirasi bertajuk “Depok Kota Berbudaya, Menerima Perbedaan, Menolak Penyimpangan, Kembali ke Fitrah” di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Minggu (9/8/2026).
Aksi yang dikoordinatori Anton Arema tersebut digelar bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD).
Kehadiran massa GRS menarik perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas maupun melintas di kawasan Jalan Margonda Depok.
Dalam aksi tersebut, GRS membentangkan kain putih yang berisi pesan dan ajakan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap aspirasi mereka terkait fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Menariknya, aksi tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Depok Supian Suri. Saat menghadiri kegiatan pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat bersama jajaran Forkopimda,
Supian Suri turut membubuhkan tanda tangan pada kain yang dibentangkan GRS.
Momen tersebut sontak mendapat perhatian warga. Sejumlah masyarakat yang melintas kemudian turut memberikan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan GRS.
Koordinator GRS, Anton Arema, mengatakan aksi tersebut merupakan upaya menyampaikan keresahan sebagian masyarakat sekaligus meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan sosial dan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.
“Kami dari Gerakan Rakyat Semesta melakukan kegiatan ini untuk meminta dukungan tanda tangan warga Kota Depok terhadap fenomena LGBT yang menurut kami semakin menjadi perhatian. Kami tidak ingin kejadian-kejadian yang menurut kami menyimpang tersebut terus berulang,” ujar Anton.
Menurut Anton, pemerintah dan DPRD Kota Depok dinilai masih perlu meningkatkan perhatian dan respons terhadap aspirasi masyarakat terkait persoalan tersebut.
“Mohon maaf, respons dan dukungan dari pemerintah maupun DPRD menurut kami masih kurang greget. Kami berharap persoalan ini tidak hanya menjadi pembicaraan, tetapi ada perhatian dan langkah yang lebih nyata,” tegasnya.
Meski demikian, Anton mengapresiasi perhatian yang diberikan Wali Kota Depok dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan kepala daerah dalam menanggapi aspirasi masyarakat menjadi sinyal positif bahwa pemerintah masih membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini aksi kami mendapat perhatian dari Pak Wali Kota Depok. Kami sangat mengapresiasi. Harapan kami, pemerintah terus mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengambil langkah yang sesuai dengan nilai-nilai budaya serta norma yang berlaku,” katanya.
Anton menegaskan, aksi GRS dilakukan sebagai bentuk penyampaian pendapat secara terbuka dan damai. Pihaknya berharap Kota Depok dapat terus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dengan tetap menjunjung toleransi, ketertiban, nilai budaya, serta norma sosial.
Sementara itu, ramainya kawasan Margonda saat CFD membuat aksi tersebut semakin mendapat perhatian publik. Warga dari berbagai kalangan tampak berhenti sejenak untuk melihat kegiatan dan pesan yang disampaikan oleh GRS.
Melalui aksi tersebut, GRS kembali menyuarakan pesan “Depok Kota Berbudaya: Menerima Perbedaan, Menolak Penyimpangan, Kembali ke Fitrah”, sekaligus mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat mengenai persoalan sosial dan nilai-nilai kehidupan di Kota Depok….( Tony Yusep)








