Depok : Nuansapublik.Com.
– Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, kembali menggelar kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di wilayah RW 23 pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap pekan ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kelurahan Sukamaju, Ari Basuki, yang akrab disapa Lurah Abu, didampingi Sekretaris Kelurahan, jajaran staf kelurahan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ketua RW 23, serta diikuti warga setempat. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel bersama yang dipimpin oleh Kepala Kelurahan Sukamaju.

Dalam sambutannya, Lurah Abu menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami hadir di sini untuk bersilaturahmi sekaligus melanjutkan program pemerintah melalui kegiatan Jumat Bersih. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan berbagai persoalan masyarakat, baik terkait keamanan lingkungan maupun persoalan sosial lainnya,” ujarnya.

Pada pelaksanaan Jumsih kali ini, peserta bergotong royong membersihkan sejumlah fasilitas umum di kawasan Perumahan Depok Permai. Selain itu, dilakukan pula pembersihan area Posyandu dan lingkungan masjid agar tetap bersih, sehat, dan nyaman digunakan masyarakat.
Ketua RW 23, Ade Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kelurahan Sukamaju beserta jajaran, Ketua LPM, dan seluruh warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lurah beserta jajaran, Ketua LPM, dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama bergotong royong membersihkan lingkungan RW 23,” kata Ade.
Dalam kesempatan tersebut, Ade juga menyampaikan aspirasi warga terkait persoalan banjir yang kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, genangan air di badan jalan dapat mencapai ketinggian sekitar 25 hingga 30 sentimeter.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 23 titik saluran air yang bermuara ke saluran drainase perumahan. Saat hujan deras, kapasitas drainase tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik.
“Kami berharap pemerintah dapat melakukan kajian serta penanganan yang tepat agar permasalahan banjir di lingkungan RW 23 tidak terus berulang setiap musim hujan,” harapnya.
Menutup kegiatan, Lurah Abu mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami berharap budaya gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Jika lingkungan bersih, sehat, dan saluran air terawat, maka kualitas hidup warga akan semakin baik. Kami juga akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat sesuai kewenangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” tutupnya.
Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, diharapkan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah, sehingga berbagai permasalahan di lingkungan dapat ditindaklanjuti secara bersama…( Tony Yusep)








