PELAKSANAAN PPDB. KOTA DEPOK TH. 2020/2021

Depok : Nuansa Publik. Com. Penerimaan Peserta Didik Baru telah berakhir di seluruh Indonesia, khususnya di Kota Depok, Jawa Barat, sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pasca PPDB dilaksanakan pada masa pandemi covid-19 ini, ternyata ratusan calon peserta didik untuk Sekolah Menengah tingkat Atas Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri tidak tertampung.

Kami dari Media online Nuansa Publik menghubungi  Bachtiar Simanjuntak Ketua Umum NEWS
(Nusantara Education Watch Services), by Telephon, menurutnya : Para Calon Peserta Didik yang tidak tertampung ini diakibatkan beberapa faktor:
1 Pertambahan penduduk dari tahun ke tahun tidak berimbang dengan pertambahan Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri.
2 Animo masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di SMA Negeri sangat tinggi, disebabkan;
a. Tahun ajaran 2020/2021 Pemerintah Provinsi menggratiskan biaya pendidikan untuk SMKN dan SMAN.
b. Pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat terpuruk dan mengakibatkan banyak
masyarakat tidak sanggup membiayai pendidikan di SMA, SMK Swasta.
3. SMA dan SMK Swasta langka pada setiap kecamatan untuk menjadi alternatif bagi calon peserta didik baru.Selanjutnya.

Banyaknya calon siswa baru yang belum diterima pada sekolah tujuan, NEWS telah menyurati Kepala
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat agar membuat kebijakan menyelamatkan para calon peserta didik untuk SMA Negeri/SMK Negeri agar melakukan optimalisasi/maksimalisasi Rombongan Belajar (Rombel).

Menurut Bachtiar Simanjuntak, penambahan Rombel sangat dimungkinkan dilakukan pada semua
SMA Negeri yang ada di Kota Depok mulai dari satu, dua dan tiga Rombel di beberapa SMAN dan SMK Negeri.

NEWS juga sudah mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat No. 01/K-DPP/NEWS/VII/2020 pada tanggal 6 Juli 2020, agar Kementerian menganjurkan kabupaten/kota yang
padat penduduk dengan penambahkan gedung sekolah yang tidak berimbang, dan juga akan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 pada pelaksanaan proses belajar mengajar di dunia pendidikan agar dilaksanakan optimalisasi rombongan belajar.

Perihal adanya pemberitaan yang mendiskriditkan para Kepala Sekolah akan pelaksanaan PPDB ini sangat
kami sayangkan, jawab Bachtiar Simanjuntak.

Beberapa elemen masyarakat telah melakukan dialog,
berdiskusi kepada Kepala Cabang Dinas wilayah 2 Jawa Barat agar membuat suatu kebijakan untuk menyelamatkan, mengakomodir para calon siswa
yang belum tertampung. Dan kami (NEWS) juga berharap, agar seluruh stake-holder pada dunia
pendidikan bersama-sama, saling bahu-membahu memberikan dukungan Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi, Kepala Cabang Dinas wilayah 2 Jawa Barat dan para Kepala Sekolah agar seluruh para calon
siswa-siswi dapat terakomodir pada sekolah tujuan yang mereka inginkan. Jangan sampai ada yang putus sekolah di kota Depok, apalagi masa pandemi covid-19 ini ekonomi masyarakat sangat-sangat merosot.

Menurut, Bachtiar Simanjuntak, bahwa Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat diperhadapkan dengan dua sisi yang sangat
sulit, bagaikan menelan buah simalakama.

Namun sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan mempunyai otoritas dan tanggung jawab untuk menyelamatkan para calon peserta didik baru yang belum tertampung ini untuk mendapatkan pendidikan di tingkat SMAN dan SMKN di kota Depok sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pandemik ini belum berakhir, bahkan malah bertambah banyak yang terjangkit virus Corona. Artinya bahwa setiap pejabat publik harus berani menggambil sikap dan kebijakan-kebijakan yang berpihak terhadap masyaarakat, demikian pula Kepala Dinas Pendidikan tidak perlu takut mengambil kebijakan yang berpihak kepada kepentingan pelaksanaan dunia pendidikan.Adanya penambahan SMAN 14 di Kota Depok dan sudah ada lagi penambahan baru SMAN 15 di wilayah timur dan SMAN 16 di wilayah barat saat ini, NEWS sangat berharap bahwa tahun ajaran 2021/2022 tidak ada lagi kejadian seperti ini di Kota Depok… papar Bachtiar Simanjuntak yang telah berkiprah sejak tahun 2004 sebagai pengamat pendidikan… (TY)

Mungkin Anda Menyukai