Fhoto: Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Depok Mohamad Thamrin…(doc TN)
Depok, Nuansapublik.Com
— Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat terwujudnya Depok bebas buta huruf Al-Qur’an, khususnya di kalangan pelajar. Pesan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-24 Tingkat Kota Depok, yang digelar di Lapangan Sepak Bola Cipayung, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Kota Depok, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Anggota DPRD Kota Depok, serta unsur Forkopimda, TNI, dan Polri. Sebanyak 11 kecamatan di Kota Depok turut serta dengan mengirimkan qori dan qoriah terbaiknya.
Kolaborasi Pemerintah dan UMKM Meriahkan MTQ ke-24
Selain menjadi ajang peningkatan kecintaan terhadap Al-Qur’an, pelaksanaan MTQH ke-24 ini juga menggambarkan semangat sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, M. Thamrin, mengungkapkan bahwa panitia MTQ berkolaborasi dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memeriahkan kegiatan ini.
“Alhamdulillah, panitia MTQ bersinergi dengan para pelaku usaha mikro di wilayah Kecamatan Cipayung. Ada sekitar 50 hingga 60 tenda UMKM yang ikut berpartisipasi memeriahkan acara MTQ tingkat Kota Depok,” ujar Thamrin.
Ia berharap keikutsertaan UMKM dalam ajang religius ini dapat menarik antusiasme masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi pelaku usaha lokal.
“Kami ingin masyarakat semakin mencintai produk lokal. Produk UMKM Kota Depok tidak kalah bagus dan lezat dibandingkan produk bermerek nasional. Mari kita bangga menggunakan dan memasarkan produk buatan warga Depok,” tambahnya.
Dukungan Fasilitasi dan Pembiayaan untuk UMKM
Lebih lanjut, Thamrin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok melalui DKUM terus memberikan dukungan nyata kepada para pelaku UMKM. Beberapa bentuk fasilitasi yang diberikan antara lain:
Sertifikat halal gratis,
Perlindungan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual),
Perizinan PIRT dan sertifikasi laik sehat, serta
Bantuan pemasaran dan promosi produk.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga memberikan akses permodalan mudah melalui program Kredit Usaha Aman dan Terjangkau (KUAT), bekerja sama dengan Bank BJB.
“Untuk pinjaman hingga Rp25 juta, bunga 9 persennya disubsidi oleh Pemkot Depok. Artinya, pelaku usaha hanya membayar 1 persen saja. Ini bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung ekonomi kerakyatan,” jelas Thamrin.
Program ini ditujukan bagi pelaku usaha yang telah memiliki legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, serta telah menjalankan usahanya minimal enam bulan.
Sinergi untuk Depok Maju
Melalui kegiatan MTQH ke-24 ini, Pemerintah Kota Depok tidak hanya mendorong peningkatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
“Semangat religius dan ekonomi harus berjalan beriringan. Dengan masyarakat cinta Al-Qur’an dan cinta produk lokal, kita wujudkan Depok Maju, Sejahtera, dan Religius,” tutup Thamrin.
( Tony)








