Talk show Bakal Calon Walikota Depok Dari Praksi PKS.

 

Depok Nuansapublik.com.Id Digelar talk show pembangunan oleh Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS dengan tema infrastruktur dan Lingkungan hidup di Ballroom Pesona Squere,Minggu (01/03/2020). Yakni oleh H. Moh. Hafid Nasir, Tengku Farida Rachmayanti, Ir. H. Imam Budi Hartono masing masing menyampaikan programnya terkait dengan tema yang diangkat hari ini. Hadir dalam acara ini ketua DPRD kota Depok Yusufsyah Putra , LPM,  Forum Lanjut Usia Para Ketua RW.  , tokoh agama, tokoh masyarakat, sekretaris dewan pengawas PDAM, dan para undangan.

Dalam penyampaian programnya Imam Budi Hartono menyatakan ada banyak masalah yang perlu diselesaikan yang pertama jalan, ketika jalan sudah bagus problem yang muncul adalah kemacetan dan masalah drainase yang menyebabkan banjir, dan yang kemudian anggaran 5 miliar untuk setiap kelurahan dengan adanya dana kelurahan itu maka bisa diberdayakan bahkan didrop SDM yang berkualitas ditiap kelurahan. Situ diperbaiki menjadi tempat wisata, seperti Situ Rawabesar sudah diperbaiki oleh DKI Jakarta dan beberapa Situ sudah coba diperbaiki sebagai sumber air dan Kali Laya yang tiap tahun diberi bantuan 4 miliar konsep seperti di DKI Jakarta yang membangun Rusunawa Pasar Rumput bagi warga di sepanjang sungai, konsep ini perlu ditiru agar orangnya dipindahkan dan kampungnya dijadikan Situ. Lanjutnya ,” Untuk sampah oleh Provinsi Jawa Barat di akhir tahun 2020 TPA cipayung segera ditutup dan akan dialihkan ke TPA Nambo maka harus perlu pemilahan sampah,” jelasnya.

Tengku Farida Rachmayanti dalam penyampaian programnya mengatakan,” Untuk permasalah infrastruktur dan lingkungan hidup ke depan tag line saya adalah Depok Bahagia Untuk Semua oleh karena itu bicara bahagia saya menempatkan keluarga sebagai bingkai dalam pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup menjadi dasar menjadikan infrastruktur ramah keluarga dengan menggunakan prinsip Kota Hijau,” ujarnya.

Dan ada 3 hal yang akan dilakukan diantaranya yang pertama Inovasi dalam menjaga lingkungan melakukan aksi nyata seperti bank sampah menjadi dinamisator untuk menjaga lingkungan dalam mengatasi limbah dan kemudian adanya modal dasar yakni komunitas lingkungan untuk menjaga ruang terbuka hijau kita kawal agar pembangunan taman taman jangan semuanya dibeton sehingga menghadirkan taman yang benar benar mereprentasikan ruang terbuka hijau, yang kedua Partisipasi bukan hanya pemeintah tetapi melibatkan sektor ekonomi, para pengusaha, sektor industri juga harus berperan minimal mereka bisa menghadirkan ruang dan gedung gedung hijau sehingga udara di Kota Depok tetap tersuplai dengan baik, dan yang ketiga Sinergi disinilah keandalan Wali Kota untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak diantaranya akademisi, pers dan sebagainya agar lingkungan kita tetap terjaga.
Dan pada sesi tanya jawab ketiga orang bakal calon Wali Kota menyampaikan konsep dan pernyataannya masing masing serta menjawab berbagai pertanyaan dari peserta talkshow.

Imam Budi Hartono menyampaikan tentang transportasi akan ada pelebaran jalan dan membuat jalan alternatif, kemudian transportasi masal yang rencananya arah Cibubur ke Margonda sampai Cinere dan angkutan publik yang bersahabat seperti ojol harus ada koordinasi dan harus ada JPO ( jembatan penyeberangan orang untuk lansia dan penyandang cacat, masalah menjaga lingkungan hidup harus ada partisipasi dari seluruh pihak sangat dibutuhkan seperti membuang sampah tidak sembarangan apalagi ke sungai , saya berharap cagar alam tetap menjadi ruang terbuka hijau, berani memberikan anggaran 5 miliar untuk disetiap kelurahan karena Silpa kota Depok setiap tahunnya hampir 600 sampai 700 miliar dan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja RT dan RW dan memberikan semacam reward bagi RT dan RW yang kinerjanya bagus, seluruh mesjid akan diberikan sertifikat dan IMB nya, ada subsidi lahan kematian untuk yang kurang mampu. ” Dalam membangun perlu 2 hal yakni membangun manusia dan fisik, ketika membangun fisik tetapi tidak membangun manusianya maka tidak terjadi pembangunan yang paripurna mari kita bangkit kota Depok maju dan berbudaya,” tutupnya.Kemudian Hafid Nasir menyampaikan konsepnya ,” Untuk ruang terbuka hijau konsep yang kami tawarkan menginventarisasi lahan lahan di Kota Depok agar adanya komitmen untuk lahan hijau, kemudian pengembangan kawasan yang berorientasi transit harus bangun komunikasi dengan pemerintah daerah/kota dengan Pusat dan karena baru 18 persen kawasan yang terjangkau PDAM maka harus terus ditingkatkan dan penggunaan air tanah perlu pengawasan,” jelas Hafid.

Sedangkan Farida menyampaikan konsepnya tentang transportasi daring yang ramah keluarga sehingga para UKM menjadi terlayani via online dan Situ dijaga konservasinya paparnya.   Acara ini dilanjutkan tanya jawab dgn para undangan. .. ( Tony Yusep)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *